4 Tradisi Unik di Indonesia Saat Gerhana Matahari

Pernahkah kamu tahu saat gerhana matahari total terjadi, akan ada tradisi unik yang dilakukan beberapa masyarakat di provinsi-provinsi yang masih memegang erat kepercayaan yang diturunkan oleh para leluhur mereka.


Dikutip merdeka.com, inilah tradisi-tradisi unik di Indonesia yang hanya bisa ditemukan ketika gerhana matahari.



1. Meramal dan Garantung


Menurut kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah, terjadinya gerhana matahari akan membawa musibah besar, entah terjadi keberuntungan atau malapetaka. Kepercayaan itu diperkuat oleh tetua adat mereka yang memberikan kesempatan oleh setiap warga untuk diramal.


Setiap ramalan yang diucapkan oleh tetua adat konon akan benar-benar terjadi. tak hanya itu, dipedalaman desa juga akan melakukan tradisi unik yaitu menabuh garantung alat music tradisional. Para warga akan memukul apapun yang menghasilkan suara gaduh.



2. Memukul kaleng


Gerhana matahari dipercaya akan membawa kegelapan dan malapetaka bagi kampung di Nusa Tenggara Timur. Untuk menghindari hal tersebut, seluruh warga akan memukul kaleng-kaleng besi dan seng bekas agar mengeluarkan suara gaduh yang keras. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses terjadinya gerhana matahari dan matahari kembali bersinar terang.



3. Gejong Lesung


Masyarakat Yogyakarta akan melakukan tradisi unik. Di mana para warganya akan memukul Lesung, tempat menumbuk padi menggunakan Alu, penumbuk padi yang terbuat dari batang kayu agar Kala Rahu memuntahkan matahari.


Mereka percaya terjadinya gerhana matahari disebabkan oleh makhluk mitologi Kala Rahu yang mencuri air keabadian belum sempat menelan air tersebut kepalanya dipenggal oleh Bhatara Wisnu hingga membuat Kala Rahu marah membalas dendam dengan memakan matahari.



4. Dolo-Dolo


Dari namanya saja sudah terdengar unik, Dolo-Dolo adalah kepercayaan yang diturunkan oleh para leluhur masyarakat Maluku Utara. Di mana, proses gerhana matahari dianggap sebagai sebuah musibah besar. konon masyarakat Maluku Utara percaya gerhana matahari terjadi akibat seekor naga memakan matahari hingga tak mengeluarkan cahaya lagi.


Untuk mengeluarkan matahari dari mulut sang naga, para warga membuat kebisingan dengan cara membunyikan kentongan dan memukul-mukul semua alat dapur yang dapat mengeluarkan suara bising.